4 Tehnik Menjadi Lebih Otentik

Authentic Friends, pernahkah kamu bertemu seseorang yang menjadi orang yang sama sekali berbeda tergantung pada lingkungan atau keadaan ? mungkin ini juga sering terjadi pada diri kita sendiri. Mengapa?

Jadi kita semua sering memiliki saat-saat yang tidak tepat. Menjadi sangat sulit untuk mempertahankan keaslian dalam situasi yang tidak nyaman atau asing. Suatu ketika ada saatnya kita menjadi khawatir bahwa diri kita tidak cukup baik atau tepat untuk situasi tertentu, dan kita takut akan penolakan. Jadi bukannya muncul sebagai diri sendiri, kita muncul sebagai orang yang kita pikir orang lain akan suka.

Namun pada akhirnya kita akan menemukan masalah dimana kita mengalami pergeseran kepribadian dan pada akhirnya orang-orang akan sadar jika diri kita tidak otentik. Padahal menjadi otentik Itu bisa membuat kita merasa nyaman, aman, dan dihormati. Nah, untuk tetap menjadi otentik berikut 4 tehniknya:

1. Dengan sadar diri: karena banyak jalan untuk memperbaiki diri, kita harus mulai dengan mengamati diri sendiri. Saat bertemu orang-orang baru, terlibat dalam pertemuan kerja, dan menghabiskan waktu dengan kelompok-kelompok sosial yang berbeda, cobalah untuk mengamati bagaimana perasaan kita dalam setiap situasi. Kapan kita merasa paling nyaman? Cenderung lebih jeli dan sadar diri akan memungkinkan kita untuk segera mengenali ketika kita merasa tidak nyaman, memahami mengapa kita merasa tidak nyaman, dan sinyal kepada diri sendiri untuk menarik diri.

2. Cari hubungan yang tulus, karena kita semua manusia, kita semua memiliki kesamaan. Berusaha memahami orang-orang di sekitar kita. Ajukan Pertanyaan bijaksana, dan mendengarkan dengan seksama. Dengan mengembangkan pemahaman dan koneksi yang tulus kepada orang-orang yang bersama kita, kita lebih mungkin menjadi asli dan otentik.

3. Jangan menjadi sempurna: apa yang salah dengan menjadi sempurna? menjadi sempurna adalah tidak mungkin. Oleh karena itu, jika kita mencoba untuk menjadi sempurna atau bertindak sempurna, kita sudah tidak jujur. Maka rangkul ketidaksempurnaan kita dan berani menjadi diri sendiri.

4. Hadirlah: sangat mudah berada di tengah-tengah percakapan dengan seseorang, dan sementara mereka berbicara, pikiran kita mengembara. Sementara orang lain tidak tahu apa yang sebenarnya sedang kita pikirkan saat mereka berbicara, orang intuitif dapat merasakan fokus dan kehadiran orang lain. Cobalah untuk lebih hadir dalam percakapan dan hubungan dengan orang lain. Jadilah pendengar yang aktif, dan perhatikan baik-baik. Menguasai seni kehadiran menjadi salah satu adalah cara yang paling efektif untuk memastikan keaslian dalam situasi apapun.

Good Luck!

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s