Seni Melepaskan Emosi

Manusia dibekali dengan emosi. Emosi ada yang positif ada pula negatif. Contoh emosi positif adalah jatuh cinta, rasa iba, empati, bahagia dan lain sebagainya. Adapun emosi negatif antara lain marah, kesal, dengki, cemburu, benci dan lain sebagainya. Terkadang emosi baik positif maupun negatif bisa meledak melampaui porsi yang tepat. Nah emosi dapat dilepaskan secara proporsional. Bagaimana caranya? Yuk ikuti langkah berikut.

  1. Selalu Siap

Di dalam hidup kita jangan pernah lengah. Selalu siap dan terkontrol di segala suasana. Emosi melibatkan otak kanan sementara logika melibatkan otak kiri. Jangan 100 persen hidup kita serahkan ke otak kanan dan demikian pula sebaliknya. Upaya perimbangan adalah yang terbaik. Selalu gunakan otak logika ketika sebentuk emosi mulai melanda. Siap terkendali akan dapat dilakjkan ketika diri sadar sepenuhnya. Gunakan logika.

  1. Makan Minum Cukup

Anda bisa tidak mampu melepaskan emosi secara terkendali jika kondisi tubuh tidak fit. Salah satu contoh dalam kondisi lapar atau haus emosi bisa tidak terlepas sama sekali atau justru di luar kendali. Penuhi asupan gizi untuk peroleh kebutuhan emosi yang tepat.

  1. Jangan Menahan Emosi

Biarkan diri melepaskan emosi. Jangan pernah ditahan namun jangan pula diliarkan. Emosi yang ditahan akan menimbulkan efek kurang baik. Emosi akan meledak tak terkendali atau malah sakit.

Nah kini anda bisa belajar melepaskan emosi dengan penuh kendali kesadaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s