Pikiran Saat Damai

Salah satu hasrat dan keinginan manusia yang mendasar adalah memiliki dan hidup dalam damai. Ketenangan pikiran memainkan gaya hidup terbebas dari stres yang dalam kebanyakan kasus lebih baik daripada memiliki banyak hal namun tidak ada kedamaian. Mari kita jelajahi dasar-dasar di mana kita dapat menikmati hidup dengan lebih sedikit kecemasan dan kepanikan. Tentu saja ini bukan investasi yang mudah di dunia yang penuh dengan berbagai berita dan peristiwa.

Yang Maha Kuasa tidak meninggalkan kita dalam kegelapan tentang masalah kehidupan. Sering kali kita memilih jalan yang berlawanan dengan kebodohan belaka atau tidak taat kepadaNya.

Seberapa pentingkah pikiran kita dalam kedamaian bagi kita? Seberapa jauh kita akan pergi dan apa yang akan Kita lakukan untuk mencapainya? Banyak orang dan bahkan bangsa berbicara tentang perdamaian tetapi tindakan mereka justru sebaliknya. Menjaga pikiran kita agar tetap damai ketika ada begitu banyak akan menjadi tantangan diantara keributan di sekitar kita dan di luar kemampuan kita.

Authentic Friends; jangan biarkan kegelisahan di hari esok diam-diam mencuri kesempatan Kita hari ini.

Kita hidup di dunia di mana kita mudah diliputi oleh masalah yang menghadang setiap harinya. Masalah sosial, masalah keuangan, masalah spiritual, masalah mental, masalah materi, masalah politik, masalah emosional, dan sejumlah masalah lain yang dapat membuat hidup kita sengsara dan membuat frustrasi; kadang-kadang ini mempengaruhi kita dan bisa menyebabkan:

  1. Harapan yang tidak semestinya
  2. Sulit mendapatkan solusi
  3. Kurang pengetahuan
  4. Persiapan yang tidak matang
  5. Bias dan sikap pribadi

Semua ini membebani pikiran kita dan merampas kita dari kedamaian pikiran. Pada saat sulit ingatlah bahwa Kita punya pilihan sambil berdoa kepada Sang Pencipta. Sikap kita sebaiknya adalah percaya dan yakin akan janji dan kekuatan Tuhan YME.

Keyakinan akan menjaga hati dan pikiran kita melewati tantangan jika Kita, Pikiran damai adalah sumber kehidupan.

Kita akan membuat langkah luar biasa ketika pikiran Kita sepenuhnya berdamai. Berhentilah takut, khawatir dan cemas dan biarkan pikiran Kita tenang.. Good Luck Authentic Friends!

Bagaimana Cara untuk Melepaskan Emosi yang Terjebak dalam Tubuh dan Melepaskan Rasa Sakit?

Kita adalah makhluk emosional, dan kita dilahirkan untuk mengekspresikan emosi dengan bebas dan terbuka. Dimana saja kita berada, kita selalu belajar untuk mengendalikan emosi dalam rangka menyesuaikan diri, mendapatkan cinta dan dapat diterima dalam pergaulan.

Namun pada kenyataannya dalam mengendalikan emosi tidak semudah yang dibayangkan, terkadang kita harus menyembunyikan emosi-emosi dengan berpura-pura, menghindari, dan menyangkal emosi tidak nyaman dalam upaya mempertahankan diri.

Seringkali kita jalan beriringan dengan emosi-emosi seperti rasa malu, takut, atau marah. Ketika kita mengalami kejadian-kejadian yang secara emosional menguasai kita dan kita tidak dapat memproses apa yang terjadi, menerima emosi kita, dan mengungkapkannya melalui tubuh dan pikiran kita, kita menyembunyikannya jauh di dalam diri kita di mana orang lain tidak dapat melihatnya. Dan akhirnya kita juga menyembunyikan emosi-emosi tersebut dari diri kita sendiri. Namun, perasaan-perasaan itu masih tetap ada.

Dengan emosi yang belum terselesaikan dan terjebak dalam tubuh kita di mana mereka menjadi semakin besar, menguras energi kita yang menyebabkan kelelahan, ketidakseimbangan emosional, dan akhirnya jadi penyakit. Hal tersebut kemudian diproses menjadi energi emosional yang disimpan dalam organ tubuh kita, otot, dan jaringan. Hal ini bisa menyebabkan peradangan dan masalah kesehatan kronis, serta merusak kesejahteraan hidup kita. Lalu bagaimana mengatasi hal tersebut?

Authentic Friends berikut 3 Langkah untuk Pengolahan Energi Emosional yang Terjebak dalam Tubuh kita:

Langkah 1: Mengenali (self-awareness)

Tantangannya adalah untuk mengenali emosi dan merasakan dia dalam tubuh kita, ini adalah di mana kesadaran datang. Tujuannya adalah untuk melihat apa yang terjadi di dalam tubuh kita, menerimanya, dan merasakan sepenuhnya, tanpa penghakiman.

Cara ini juga mengajarkan kita untuk menghadapi kesulitan, dengan self-kasih sayang dan pengertian yang pada akhirnya masalah akan selesai.

Langkah 2: Merespon (self-expression)

Emosi perlu diungkapkan untuk diproses. Tujuannya adalah untuk memindahkan energi dari emosi dan mengeluarkannya melalui tubuh. Ini merupakan ekspresi diri yang harus otentik dan diwujudkan. Ingat, kesembuhan sejati terjadi ketika tubuh dan pikiran terintegrasi.

Seringkali kita tidak punya waktu dan ruang untuk memproses emosi saat ini, jadi sisakan waktu luang untuk membiarkan diri kita berada disuatu ruangang untuk merasakan emosi kita di setiap akhir hari. Tuliskan ke dalam sebuah jurnal, apa yang menjadi sumber besar dari masalah, stress atau frustrasi? kemudian rasakan sensasi didalam tubuh kita, bagian-bagian mata yang mati rasa, sakit atau beku. Sinyal-sinyal pada tubuh kita akan memberitahu dan akhirnya kita bisa melakukan penyembuhan, memberikan perhatian dan melakukan perubahan bagi diri kita sendiri.

Langkah 3: Reset (self-care)

Jika kita sudah terbiasa mengendalikan emosi kita, kita harus kembali mendedikasikan diri untuk tubuh-pikiran, perawatan diri, dan melalukan penyembuhan serta menikmati kebiasaan-kebiasaan yang akan membawa kita ke perasaan sejahtera.

Tujuannya adalah untuk meluruskan kembali dengan diri sejati kita, reset kembali diri kita ke lokasi dan keadaan terbuka, serta kembali ke kesehatan dan keseimbangan.

Terjebak emosi? Mereka hanya akan menyabot upaya kita untuk menciptakan kehidupan yang kita inginkan dan bisa membuat kita sengsara sepanjang jalan. Membebaskan diri dari energi emosional yang terjebak di dalam tubuh kita dapat menggeser kehidupan kita ke arah yang positif. Tetap semangat Authentic Friends!

Patah Hati Mengajarkan Tentang Menciptakan Kebahagian, Bagaimana Caranya?

Pernahkah Authentic Friends merasakan benar-benar patah hati? dimana saat itu kita berpikir akan menemukan cinta. Namun ternyata kita harus melalui serangkaian rasa sakit selama beberapa tahun.

Saat kita bertemu seseorang yang kita pikir hubungan ini akan berjalan lancar, sampai suatu hari orang tersebut memutus komunikasi dan menghilang dari hidup kita, seolah-olah kita belum pernah bertemu. Yup, sungguh menyakitkan bukan Authentic Friends?

Kemudian apa yang terjadi? mungkin untuk tahun-tahun berikutkan kita akan tersiksa oleh pikiran-pikiran seperti “apakah ada sesuatu yang salah dengan saya?” dan ” mungkin saya tidak cukup baik”

Hingga akhrisnya kita punya rasa bersalah, seolah-olah kita telah melakukan sesuatu yang menyebabkan dia untuk pergi. Kita terus mencoba untuk memecahkan teka-teki dalam pikiran kita dan mencari tahu di mana letak kesalahan kita.

Kitapun akan merasa benar-benar ditinggalkan, sendirian dan ditolak. Pertemuan dengan orang baru adalah hal yang sulit karena sudah ada dipikiran kita bahwa kita akan ditinggalkan. Pikiran kita akan secara otomatis masuk ke “Bagaimana jika dia pergi juga?”

Hati kita terbelah antara, dalam hati, ingin menemukan seorang yang baik dan tidak ingin patah hati lagi.

Ya, sesungguhnya kita tidak suka dengan ketakutan yang kita rasakan ini; hal ini menyebabkan kita untuk menutup diri dan merasa tidak bahagia dengan hidup kita sendiri.

Bagian yang paling menantang untuk bisa pulih setelah patah hati adalah percaya pada diri sendiri lagi.

Apa Yang Bisa Kita Pelajari?

Untuk kali ini kita tidak boleh terpuruk, kita harus bangkit karena hidup akan terus berjalan. Kita menempatkan diri kita dan kebahagiaan kita sebagai yang utama, dan itu adalah bagaimana kita jatuh cinta lagi dengan diri sendiri.

Maka langkah pertama yang sebaiknya kita ambil adalah untuk berhubungan kembali dengan diri sendiri dengan mengubah cara kita dalam memandang cinta.

Langkah kedua yang bisa kita ambil adalah untuk berhubungan kembali dengan kebahagiaan kita dengan melakukan hal-hal yang membuat kita merasa baik.

Setiap pagi ketika kita bangun bertanyalah pada diri sendiri, “Apa sesuatu yang bisa saya lakukan hari ini yang akan membuat saya bahagia?”

Dengan berjalannya waktu, kita akan menyadari bahwa kita merasa hidup ketika kita mengubah cara kita memandang cinta dan memanfaatkan waktu untuk melakukan hal-hal yang kita sukai.

Patah hati melepaskan kita dari potensi kita untuk menjadi diri kita sendiri dan menjalani kehidupan yang terbaik, karena kita berada di tengah-tengah kekacauan, kita melupakan siapa diri kita sebenarnya.

Hingga kita benar-benar bisa Move On! Kita menyadari bahwa tidak ada yang pernah bisa mengambil kebahagiaan kita dan membuat kita merasa diberdayakan. Yuk Authentic Friends kita mulai melihat hidup dengan optimisme, kegembiraan, dan rasa ingin tahu untuk apa kita di masa depan.

Cinta yang sesungguhnya datang dari dalam seperti air yang mengalir dari bumi.

Kuncinya adalah untuk mengingat kita memiliki kekuatan untuk memilih fokus pada kebahagiaan diri kita.

Self Kritik yang Seimbang Baik Untuk Diri Sendiri

Negatif self-talk dan khawatir tentang apa yang orang lain katakan bisa menghisap energi yang dibutuhkan untuk menjadi yang lebih baik.

Hasil dari lima studi psikologis menunjukkan pola yang konsisten dari hubungan negatif antara self-kritik dan kemajuan tujuan: Peserta yang mengalami self-kritik dilaporkan secara signifikan mengalami kemajuan lebih sedikit saat ingin menggapai tujuan mereka.

Dikesempatan lain hubungan positif antara self (diri sendiri) yang berorientasi pada kesempurnaan dan kemajuan tujuan, yaitu: Ketika self-kritik dikendalikan, peserta dilaporkan secara signifikan lebih banyak ,mengalami kemajuan dalam menggapai tujuan.

Self-kritik ini bisa menjadi baik jika porsinya pas dan bisa berdampak buruk bagi diri kita jika terlalu berlebihan. So, gimana apa sih tips-tipsnya agar kita bisa menjalani self-talk yang positif?

 

1. Lebih fokus pada self-talk yang positif.
Cobalah melakukan pujian bagi diri sendiri pada hal-hal yang telah kita lakukan dengan baik; mengakui prestasi kita, tidak peduli seberapa kecil. Lakukan sebelum tidur, hal ini dapat membantu menjaga energi kita untuk esok hari.

2. Praktek kebaikan terhadap diri sendiri.
Bersikap baik kepada diri sendiri adalah sama pentingnya dengan bersikap baik terhadap orang lain.

Tanyakan pada diri kita:
“Apakah kita sudah merawat diri sendiri dengan baik?
Apakah kita sudah ramah pada diri sendiri?
Apakah kita akan menjadi lebih pemaaf dari ketidaksempurnaan manusia?”

3. Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Selalu ada seseorang yang lebih baik dari kita.  Maka hal yang paling baik adalah bisa menerima kenyataan bahwa kita tidak sempurna, dan lebih baik fokus menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri.

4. Menjadikan kesalahan sebagai kesempatan belajar.

Hidup menjadi proses perbaikan diri, dan selalu ada saja kesalahan-kesalahan yang tidak dapat dihindari. Ini merupakan sebuah perjalanan. Diri kita sebenarnya memiliki banyak potensi yang besar dan akan banyak area untuk memperbaiki diri. Maka melihat kesalahan-kesalahan sebagai peluang adalah hal yang tepat; Kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan akan menunjukkan kepada diri kita apa yang kita butuhkan untuk menjadi yang terbaik yang kita mampu.

5. Bersabar dengan diri sendiri.
Besar usaha yang diperlukan untuk mengubah cara berpikir kita dan untuk menumbuhkan self-talk positif agar bisa lebih tenang, lebih masuk akal bagi kita. Hidup kita adalah pekerjaan yang sedang berjalan, sehingga setiap hari kita perlu melakukan sesuatu yang positif bagi kita dan orang lain. Berlatih menjadi yang alami (menjadi diri sendiri) adalah yang terbaik agar kita menjadi lebih nyaman. Yang paling penting, jangan menyalahkan diri sendiri ketika kita gagal melakukan yang terbaik.

Love Your Self: Percaya Kemampuan Diri

Hai Authentic Friends, Kamu pernah di kritik orang? Yup, hampir semua orang pernah mendapat kritikan, tapi apakah kita bisa menerimanya? apakah kritikan itu bisa mendorong kita untuk berkembang dan meningkatkan rasa percaya diri? memang terkadang kritikan menjadi pengalaman yang menyakitkan, maka kita juga harus menyadari kenapa kita bisa mendapatkan kritikan tersebut.

Tanpa disadari seringkali kita meragukan kemampuan kita namun selalu berharap untuk meningkatkan aspek-aspek tertentu seperti kepribadian, sikap, penampilan ataupun keterampilan. Ya, ini hal yang wajar, tapi kita juga tak boleh menyerah saat menerima kritikan dari orang, atau bahkan kita juga malah ikut membenci diri sendiri. Banyak efek negatif jika kita menyerah begitu saja dan malah menyalahkan diri sendiri,efeknya adalah kesehatan mental kita akan terganggu dan hubungan dengan orang-orang dekat juga akan terganggu.

Tahukah Authentic Friends, tak sanggup menerima kritikan dan akhirnya menyalahkan diri sendiri (self bullying) berasal dari kurangnya kasih sayang dan kebaikan terhadap diri sendiri. Hal ini juga seringkali ditimbulkan dari pengalaman masa kecil yang buruk dan luka emosional dimasa lalu.

Maka penting bagi kita untuk mulai belajar menerima kritik dari orang lain dan menjadikan itu sebagai pembangkit semangat hidup kita. Selain itu penting juga untuk kita bisa terus memiliki semangat menjadi yang terbaik dalam hidup ini. Perfeksionisme dalam bentuk positif dapat membantu kita menjadi lebih sukses, tapi negatif atau kritis terhadap diri sendiri bisa menjadi bentuk yang benar-benar menghambat kemajuan kita.

Negatif self-talk dan khawatir tentang apa yang orang lain katakan bisa menghisap energi yang dibutuhkan untuk menjadi yang lebih baik.

Hasil dari lima studi psikologis menunjukkan pola yang konsisten dari hubungan negatif antara self-kritik dan kemajuan tujuan: Peserta yang mengalami self-kritik dilaporkan secara signifikan mengalami kemajuan lebih sedikit saat ingin menggapai tujuan mereka.

Dikesempatan lain hubungan positif antara self (diri sendiri) yang berorientasi pada kesempurnaan dan pencapaian tujuan, yaitu: Ketika self-kritik dikendalikan, peserta dilaporkan secara signifikan lebih banyak ,mengalami kemajuan dalam menggapai tujuan.

Tidak ada yang sempurna, dan bahkan yang terbaik dan tercerdas yang tidak pernah membuat kesalahan. Alih-alih memikirkan kegagalan, lebih baik belajar dari pengalaman dan melanjutkannya. Yuk, lawan semua ketakutan, keraguan juga ketidakpercayaan akan kemampuan diri sendiri..have a great day!

Memiliki Kekuatan Afirmatif: Nilai Diri

Menggunakan afirmasi sebagai pengingat tentang siapa kita membantu membuat kita tetap seimbang. Ini adalah langkah pertama dalam mengklaim harga diri Kita yang merupakan fondasi dari nilai diri sejati.

Diri sejati Kita tidak ditentukan oleh keadaan eksternal apa pun – itu adalah kekuatan di dalam diri Kita untuk menciptakan kehidupan yang Kita pilih. Ini adalah bagian dari Kita yang bersatu dengan Yang Ilahi. Kita semua terbuat dari substansi jiwa yang sama, sama-sama dihargai dan dari Yang Maha Kuasa.

Kita perlu melihat diri kita dan mengingat tentang siapa diri kita. Kita dilahirkan untuk belajar, mengembangkan jiwa Kita, dan menumbuhkan kemampuan Kita untuk menunjukkan sifat Kita melalui pengalaman fisik.

Kita bertanggung jawab untuk mewujudkan dunia yang merupakan produk dari proses pemikiran kolektif kita. Jika kita tidak menghargai diri kita sendiri, kita akan mendemonstrasikan dunia yang terdevaluasi.

Kurangnya harga diri adalah pemikiran yang salah … dan tercermin dalam hubungan kita dengan orang lain, tempat kerja, dan bahkan komunitas. Akibatnya, kita tidak menyadari kekuatan kita, dan merasa tak berdaya … dan terus hidup dalam pengalaman yang mengurangi kekuatan kita karena disitulah kita memutuskan untuk tinggal secara mental.

Hidup adalah perjalanan jiwa yang dipenuhi dengan kecerdasan (apa yang ada dalam pikiran kita) dan emosi kita (ekspresi dan kehadiran fisik kita). Tugas kita adalah menggunakan kekuatan yang ada di dalam pikiran kita dan tubuh kita sebagai kendaraan ekspresi untuk apa yang kita pikirkan!

Authentic Friends, pastikan untuk menghargai diri sendiri dan dengan senang hati menghargai masa hidup ini. Ini adalah kesempatan bagus untuk mengekspresikan sifat Kita, di sini dan saat ini. Kita sedang mengembangkan jiwa Kita, dan kecerdasan Ilahi, melalui pengalaman manusia Kita – kesenangan dan juga rasa sakit.

Diri sejati memiliki dua elemen, maskulin dan feminin. Kita juga merupakan gabungan dari fisik, dan mental sebagai pengalaman total tentang siapa Kita. Kita penting dan Kita penting. Kita layak ketika Kita percaya Kita memiliki harga diri. Dan, Kita memiliki kesempatan untuk memanfaatkan kemampuan Kita yang sudah luar biasa.

Kita semua memiliki saluran pribadi yang dioperasikan oleh Ilahi – hanya masalah bagaimana kita memilih untuk berpikir. Jadi, untuk menegaskan gambaran penciptaan bersama dari kekuatan hidup yang kita semua.

Shining your true persona with authenticpersona.com

“EMPOWERING YOUR TRUESELF”

Berpikir Lebih Jernih Untuk “Kembali Bahagia”

Rasanya tidak mungkin untuk mengubah suatu keadaan dengan segera. Kita tak bisa mendapatkan pekerjaan baru dengan sekejap, kita sulit untuk membuat orang lain berubah karena kita, dan tentunya kita juga tak bisa menghapus masa lalu. Jadi pilihan apa yang kita miliki ?

Mengubah persepsi, keyakinan atau pendapat tentang keadaan kita. Dengan melakukan hal ini akan membantu kita untuk mengubah sikap kita dan pada akhirnya memungkinkan kita untuk terus tumbuh. Bagaimana cara untuk kita bisa mengubah persepsi tentang keadaan yang kita sedang dan pernah alami menjadi keadaan yang lebih baik ?

 

1. Kita perlu mengembangkan kesadaran, kita bisa diam sejenak, mengambil nafas dalam-dalam dan membebaskan pikiran dari semua kata yang ada di dalam benak kita. Cara ini akan membuat diri dan pikiran kita beristirahat sejenak. Katakanlah bahwa kita bisa.

2. Mengubah fokus kita, melalui kesadaran pikiran dan emosi maka kita mampu untuk secara sadar mengarahkan fokus kita. Sudah waktunya untuk kita menjaud dari sesuatu yang menyeret kita mundur. Authentic friends, pikiran kita adalah penentu suasana hati kita, penemu dari mimpi kita. Itulah sebabnya kita sabaiknya memilah-milah mereka dengan hati-hati. Bertemanlah dengan orang-orang yang akan membantu kita membangun mimpi dan meraihnya.

3. Gunakan tubuh kita, pikiran sesuai dengan tubuh kita dalam menanggapi tingkat ketegangan, laju napas, kecepatan gerak dan mental. Demikian juga tubuh kita adalah cermin dari pikiran, perasaan, suasana hati, dan tubuh kita merespon keadaan pikiranserta kata-kata yang ada dalam benak kita. Ketika pikiran dan tubuh terhubung maka kita bisa mengambil kendali untuk menentukan kearah mana fokus kita.

Authentic Friends, mari kita berpikir lebih jernih dan meraih lagi kehidupan kita untuk “kembali bahagia”.

Build Your Inner Power with authenticpersona.com

“EMPOWERING YOUR TRUE SELF”